Rabu, 23 April 2014

Blogger Pemalang

Blogger Pemalang


Berita Yang Berkaitan Pasar Forex

Posted: 23 Apr 2014 08:27 PM PDT

Banyak berita yang bisa digunakan sebagai panduan dalam menganalisis pergerakan pasar di forex, berita tersebut biasanya saling berkaitan tidak hanya berita ekspor import saja tetapi keadaan ekonomi dan keadaan alam juga berpengaruh.

Setelah beberapa saat berjalan-jalan mencari berita ke mbah google ahirnya menemukan yang mungkin (baru mbaca, belum paham) bisa menjadi petunjuk dasar dalam menentukan arah pasar.

Berita dan Perkiraan Pips-nya
NoBeritaRentangan Pips
1Non Farm_Payroll 100 – 200 pips
2Trade Balance70 – 120 pips
3Interest Rate Statements100 pips
4Durable Good50 – 100 pips
5Producer Price Index50 – 60 pips
6PPI excl. Food and Energy50 – 60 pips
7Consumer Price Index50 – 60 pips
8CPI excl. Food and Energy50 – 60 pips
9Trichet, Bernanke, & Fukui Speaks30 – 100 pips
10Unemployment Rate30 – 50 pips
11FOMC60 pips
12Retail Sales Report75 pips

* Angka diatas adalah hanya perkiraan, bisa saja pips menembus angka diatas.

Bagi pemula yang masih belajar forex mungkin belum paham dengan penjelasan berita-berita seperti diatas, nah dibawah ini ada beberapa berita dan penjelasannya.

NFP.
NFP atau Non Farm Payroll merupakan berita yang amat ditunggu oleh pasar. Berita ini dikeluarkan pada hari Jumat minggu pertama setiap bulan. Pergerakan harga yang disebabkan oleh berita ini amat luar biasa. Sering kali harga bergerak lebih dari 100 pip hanya dalam waktu 5-30 menit. Non farm payroll merupakan data mengenai jumlah pekerja non pertanian baik yang bekerja full time maupun part time yang mendapat gaji resmi. Jika NFP naik maka USD akan naik.

Retail Sales.
Retail Sales merupakan data yang mengukur total penjualan barang-barang di seluruh retail. Semakin tinggi indeks retail sales ini menunjukkan tingkat hidup masyarakat yang baik. Hal itu dapat menjadi indikator yang menunjukkan bahwa keadaan ekonomi di negara tersebut sedang baik. Maka, jika indeks retail sales meningkat, mata uang yang bersangkutan akan naik.

CPI.
CPI atau Consumer Price Index merupakan indeks biaya hidup, yakni indeks yang menunjukkan harga yang dibayarkan oleh konsumen. CPI mencakup komponen ekspor maupun impor. CPI yang tinggi menunjukkan adanya indikasi inflasi yang tinggi. Biasanya, hal ini akan ditindaklanjuti dengan penambahan suku bunga atau interest rate. Biasanya, angka CPI yang tinggi akan menyebabkan mata uang yang bersangkutan menguat.

PPI.
PPI atau Producer Price Indeks adalah indeks yang menunjukkan perubahan harga di tingkat produsen dan grosir; harga makanan dan energi tidak termasuk di dalamnya. PPI merupakan salah satu petunjuk adanya inflasi. PPI yang meningkat merupakan petunjuk akan meningkatnya inflasi. Sebaliknya, PPI yang menurun menunjukkan menurunnya tingkat inflasi.

Factory Order.
Factory order adalah nilai yang menunjukkan permintaan terhadap durable goods dan non durable goods. Data ini meng- indikasikan seberapa besar pabrik dan industri lainnya berproduksi. Peningkatan factory order menunjukkan bahwa aktivitas pabrikan dan industri meningkat, yang juga menunjukkan bahwa perekonomian sedang berjalan dengan baik. Peningkatan/function/ order akari menguatkna nilai mata uang negara yang bersangkutan.

Cut Rate (Interest Rate).
Cut rate adalah pemotongan suku bunga. Tindakan ini dilakukan jika pertumbuhan perekonomian menunjukkan gejala perlambatan. Tindakan pemotongan suku bunga diharapkan akan menggairahkan arus investasi dan perkreditan. Kebijakan cut rate di Amerika dikeluarkan oleh FED. Cut rate atau pemotongan suku bunga akan menyebabkan mata uang negara yang bersangkutan melemah karena investor yang melakukan carry trade akan melepas uangnya untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Penambahan suku bunga. Tindakan ini biasanya diambil karena adanya inflasi yang tinggi. Penambahan suku bunga diharapkan akan menyebabkan turunnya inflasi dan mengurangi uang yang beredar dalam masyarakat. Penambahan suku bunga biasanya diikuti oleh naiknya nilai mata uang negara yang bersangkutan karena adanya arus carry trade.

Consumer Confidence.
Consumer confidence adalah indeks kepercayaan konsumen terhadap pemerintah. Jika consumer confidence meningkat maka nilai mata uang negara yang bersangkutan akan meningkat.

Industrial Production.
Industrial production menunjukkan bergairah atau tidaknya kegiatan sektor industri di suatu negara. Data industrial production dikeluarkan secara bulanan, me-nunjukkan besarnya tingkat produksi industri di suatu negara. Semakin tinggi nilai industrial production menunjukkan semakin bergairahnya industri dan ada pertumbuhan sektor industri yang menunjukkan pertumbuhan perekonomian. Dengan demikian, nilai mata uang negara yang bersangkutan naik.

Unemployment Rate.
Unemployment rate menunjukkan besarnya tingkat pengangguran di suatu negara. Semakin besar tingkat pe¬ngangguran akan menyebabkan nilai mata uang melemah.

Trade Balance.
Trade balance adalah neraca perdagangan yang menunjuk selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara. Jika trade balance besar, berarti ekspor lebih besar dibandingkan dengan impor; dapat dikatakan neraca perdagangan mengalami surplus. Adanya kenaikan nilai trade balance di- bandingkan periode bulan sebelumnya akan menyebabkan peningkatan mata uang negara yang bersangkutan.
 
New Home Sales.
Dari arti katanya, new home sales sudah menunjukkan bahwa ini adalah berita yang menyajikan banyaknya rumah baru yang terjual. Data ini merupakan indikasi kemampuan tingkat beli masyarakat di suatu negara. Semakin tinggi nilai new home sales, berarti perekonomian negara itu dalam keadaan baik karena tingkat beli masyarakat dalam keadaan bagus. Meningkatnya new home sales akan menyebabkan naiknya nilai mata uang negara yang bersangkutan.
 
Durable Good Orders.
Durable good orders menunjukkan kuat atau lemahnya permintaan atas barang, baik barang baru atau barang bekas. Meningkatnya nilai durable good order akan menyebabkan tingkat produktivitas pabrik meningkat. Hal ini menyebabkan bertambahnya pekerja dan menimbulkan efek meningkatkan kemampuan beli masyarakat negara yang bersangkutan. Jika nilai durable good order meningkat, nilai mata uang negara yang bersangkutan pun menguat. Sebaliknya, melemahnya durable good order akan menyebabkan

SM Manufacturing Index ( ISM - MI )
Insititute of Supply Management Manufacturing Index merupakan indikator terbesar yang mengukur indikator fundamental dari indeks manufaktur . Dikeluarkan pada hari pertama jam kerja setiap bulannya , ISM - MI surver adalah hasil dari lebih dari 20 industri manufaktur dan termasuk 300 manajer pembelian di Amerika Serikat . Membaca lebih atau kurang dengan cara yang sama , jika ISM - MI meningkatkan mata saja negara akan diperkuat .

PMI Chicago ( Indeks Pembelian Manajer )
Ini adalah indikator fundamental khusus yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat . PMI juga menyediakan peningkatan informasi atau mengurangi tingkat pengeluaran para purchasing manager di kota Chicago yang banyak diantaranya merupakan industri manufaktur . Naiknya indikator ini merupakan indikasi penguatan USD . Volatilitas yang relatif tinggi diharapkan indikator PMI ( efek yang sangat besar ) .

0 komentar:

Posting Komentar