Minggu, 06 April 2014

Blogger Pemalang

Blogger Pemalang


Fakta Tentang PEMILU

Posted: 06 Apr 2014 12:57 AM PDT

Sebentar lagi akan ada hajatan besar yang diselenggarakan oleh Negara yaitu pesta demokrasi dimana setiap warga Negara akan memilih para wakilnya guna menyampaikan aspirasi mereka, semua keperluan logistik untuk pesta demokrasi tersebut semestinya hari ini tanggal 6 April 2014 sudah selesai seperti pendistribusian undangan bagi mereka yang sudah punya hak pilih.



Dalam peraturan KPU yang merupakan panitia pusat dalam penyelenggaraan ini salah satunya yaitu bebas politik UANG, ini dimaksudkan supaya rakyat memilih berdasarkan hati nurani mereka yang nantinya akan memperjuangkan hak rakyat bukan memilih berdasarkan imbalan yang akan atau sudah diterima.

Pada tanggal 9 April 2014 nanti masyarakat Indonesia akan menentukan wakil mereka di Legeslatif, tetapi sekarang ini banyak dari masyarakat yang menganggap itu tidaklah penting karena berdasarkan kejadian yang sudah-sudah, para Calon Legeslatif ini tidak memikirkan nasib para rakyatnya tetapi mementingkan kepentingannya sendiri.

Masyarakat sekarang ini jenuh dengan janji-janji para wakil mereka sehingga ada pernyataan "Tidak Memilih Adalah Suatu Pilihan", memang ada benarnya juga walaupun itu bukanlah keputusan yang bijak, misalnya apakah selama ini para calon pemilih sudah mendengar dan mengerti akan Visi dan Misi para wakilnya? kebanyakan dari mereka tidak tahu terutama mereka yang keberadaanya jauh dari tempat tinggal calon pemilih karena apabila mereka dikunjungi oleh para Calon Legeslatif yang mereka tahu hanya wajah dan nomor urut Caleg dalam Pemilu.

Dengan ketidak tahuan mereka tentang Visi dan Misi para wakilnya maka seolah-olah masyarakat seperti "Memilih Kucing Dalam Karung", mereka asal pilih demi memenuhi undangan KPU yang telah mereka terima atau mungkin mereka memilih berdasarkan imbalan yang akan atau sudah mereka terima.

Banyak dari Caleg yang dahulunya sudah terpilih dan tidak dapat memenuhi janji-janjinya atau bahkan tidak dapat memperjuangkan rakyatnya sekarang ini mengikuti pemilihan lagi, lalu apa yang diharapkan dari mereka? kalo dipikir secara logika mungkin hanya untuk memenuhi kantong mereka yang sudah mulai kempes atau mungkin demi prestis.

Sedangkan para Caleg yang nantinya bisa duduk di kursi legeslatif dibayar dengan uang rakyat tetapi apa yang rakyat dapatkan dari mereka? Setelah ORDE baru berahir Demokrasi yang tidak karuan ini mulai berjalan, PARPOL mulai menjadi ladang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab, apakah tidak bisa bila jumlah Parpol yang ada dibatasi misal hanya 5 saja? percuma banyak Parpol kalau hanya untuk ladang, lalu apakah para Caleg sudah layak untuk dipilih?

Apapun itu Politik Uang dalam pemilihan masih belum bisa dihilangkan, masyarakat yang cerdas akan menolak cara berpolitik seperti itu, pilihlah mereka yang mempunyai kemampuan dibidangnya.

0 komentar:

Posting Komentar